ITS Ciptakan Miniatur Mobil Berbahan Bakar Pemutih

SURABAYA – Sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan miniatur mobil yang menggunakan energi dari bahan kimia. Kali ini mereka menggunakan bahan kimia H2O2 atau jika dalam pemanfaatan umum biasa digunakan untuk pemutih baju.

Miniatur mobil ini rencananya akan dikutsertakan dalam kompetisi Chem E Car yang akan diselenggarakan di Jerman 26-28 September mendatang. Hasil ciptaan mahasiswa Teknik Kimia ITS yang tergabung dalam tim Spektronics 3 ini akan memanfaatkan pemutih sebagai bahan pendorongnya.

“Dengan bahasa yang mudah, bisa dijelaskan jika H2O2 ini adalah air yang kelebihan gas. Nah, gas yang mempunyai daya ledak atau daya dorong yang berlebihan itu dimanfaatkan sebagai dorongnya,” kata Hamzah Fansyuri, Dosen Pembimbing Spektronics 3.

Kata Hamzah, dalam kompetisi Chem E Car di Jerman ini, yang akan diuji adalah bukan kecepatan atau adu irit bahan bakar dibandingkan dengan jarak tempuh. Namun, ketepatan antara jumlah bahan kimia yang dimasukkan dalam miniatur mobil dengan jauhnya jarak yang ditempuh oleh miniatur mobil.

“Dalam kompetisi nanti, disyaratkan ketepatan antara 150 ml bahan kimia yang dimasukkan miniatur mobil bisa menempuh jarak 25 meter,” ujar Hamzah.

Hamzah menyebutkan, kompetisi Chem E Car ini merupakan kompetisi bergengsi di kalangan insinyur teknik kimia di dunia. Dengan memenangkan kompetisi ini setidaknya bisa menjadi tolok ukur seberapa jauh mereka menguasai ilmu kimia.

Sebelum mengikuti kompetisi Chem E car di Jerman, tim Spektronics juga sudah pernah berlaga di ajang yang sama negara yang berbeda. Spektronics 1 pernah berlaga di Taiwan dan berhasil menyabet predikat sebagai best car and 3rd poster competition pada 5-8 Oktober 2010 lalu. Sedangkan di ajang 6 th Malaysia Chem-E-Car Competition, Maret  2011 lalu, Spektronics 2 menyabet gelar 2nd psoter and presentation competition.

“Memang selain kompetisi keakurasian, di ajang ini juga dinilai presentasi dan poster-posternya,” terang Hamzah.

Pada dua kompetisi yang lalu, Spektronik memanfaatkan asam jeruk lemon sebagai energinya. Namun, dalam kompetisi Chem E Car di Jerman kali ini, Spektronics 3 memanfaatkan peroksida atau pemutih sebagai bahan energinya.

“Kita mengubah menggunakan peroksida karena jeruk lemon ternyata sudah umum digunakan oleh peserta yang lain. Kita mengginginkan yang berbeda,” kata Hamzah.

Kompetisi ini memang tidak membatasi bahan kimia apa yang akan dipakai sebagai energinya. Asalkan bahan kimia itu aman, tidak menimbulkan api, tidak tumpah, dan tidak berbahaya.“Yang paling penting, unsur keamanannya harus dijaga,” kata Hamzah.

Dalam kompetisi Chem E Car di Jerman ini, setidaknya ada 50 proposal yang masuk ke panitia. Namun, hanya 12 proposal yang lolos kompetisi ini dengan melihat kriteria yang sudah ditentukan panitia.

“Tim dari ITS ini satu-satunya tim dari perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti Chem E Car ini,” ujar Hardianto, Ketua Spektronics 3.

Sementara itu, Rektor ITS, Prof Dr Ir Triyogi Yuwono mengatakan, meski tim ini belum bertanding di Chem E Car di Jerman, namun dirinya menganggap tim ini sudah menang jika sudah berangkat dan bertanding.

“Tidak persoalan di sana bertanding menang atau kalah. Yang penting sudah bertanding, karena ini bagian dari proses pendidikan,” kata Triyogi.

Namun, dengan membawa kemenangan, tambah Triyogi, akan lebih baik lagi, sebab ITS mencanangkan untuk go internasional. Diharapkan dengan menang di kancah internasional, nama ITS di luar negeri akan semakin dikenal.(rhs) [sumber]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s