Kata dan Pilihan Kata

1. Pengertian

Kata
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (1997) memberikan beberapa definisi mengenai kata:
Elemen terkecil dalam sebuah bahasa yang diucapkan atau dituliskan dan merupakan realisasi kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa.

Morfem atau kombinasi beberapa morfem yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas
Unit bahasa yang dapat berdiri sendiri dan terdiri dari satu morfem (contoh kata) atau beberapa morfem gabungan (contoh perkataan). Definisi pertama KBBI bisa diartikan sebagai leksem yang bisa menjadi lema atau entri sebuah kamus. Lalu definisi kedua mirip dengan salah satu arti sesungguhnya kathā dalam bahasa Sanskerta. Kemudian definisi ketiga dan keempat bisa diartikan sebagai sebuah morfem atau gabungan morfem.

Pilihan Kata (Diksi)
Jika kita menulis atau berbicara, kita selalu menggunakan kata. Kata tersebut dibentuk menjadi kelompok kata, klausa, kalimat, paragraph dan akhirnya sebuah wacana. Di dalam sebuah karangan, diksi bisa diartikan sebagai pilihan kata pengarang untuk menggambarkan sebuah cerita. Diksi bukan hanya berarti pilih memilih kata melainkan digunakan untuk menyatakan gagasan atau menceritakan peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan dan sebagainya.

Agar dapat menghasilkan cerita yang menarik melalui pilihan kata maka diksi yang baik harus memenuhi syarat, seperti:

·         Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan suatu gagasan.
·         Seorang pengarang harus mempunyai kemampuan untuk membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa bagi pembacanya.
·         Menguasai berbagai macam kosakata dan mampu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang jelas, efektif dan mudah dimengerti.

Contoh Paragraf :

1.      Hari ini Aku pergi ke pantai bersama dengan teman-temanku. Udara disana sangat sejuk. Kami bermain bola air sampai tak terasa hari sudah sore. Kamipun pulang tak lama kemudian.
2.      Liburan kali ini Aku dan teman-teman berencana untuk pergi ke pantai. Kami sangat senang ketika hari itu tiba. Begitu sampai disana kami sudah disambut oleh semilir angin yang tak henti-hentinya bertiup. Ombak yang berkejar-kejaran juga seolah tak mau kalah untuk menyambut kedatangan kami. Kami menghabiskan waktu sepanjang hari disana, kami pulang dengan hati senang.

Kedua paragraf diatas punya makna yang sama. Tapi dalam pemilihan diksi pada contoh paragraph kedua menjadi enak dibaca, tidak membosankan bagi pembacanya.

2. Imbuhan dalam Bahasa Asing

Tanpa perubahan
  1. ae jika tidak bervariasi dengan e. Contoh: aerobe → aerob.
  2. ai
  3. au
  4. e
  5. ea
  6. ei
  7. eo
  8. eu
  9. f
  10. i jika di awal suku kata di muka vokal. Contoh: ion → ion.
  11. ie jika lafalnya bukan i. Contoh: variety → varietas.
  12. kh (Arab)
  13. ng
  14. ps
  15. pt
  16. u
  17. ua
  18. ue
  19. ui
  20. uo
  21. v
  22. x, jika di awal kata. Contoh: xenon → xenon.
  23. y, jika lafalnya y. Contoh: yen → yen.
  24. z.
Dengan perubahan
  1. aa (Belanda) → a. Contoh: octaaf → oktaf.
  2. aee, jika bervariasi dengan e. Contoh: haemoglobin → hemoglobin.
  3. ck, jika di muka a, u, o, dan konsonan. Contoh: crystal → kristal.
  4. cs, jika di muka e, i, oe, dan y. Contoh: cylinder → silinder.
  5. cck, jika di muka o, u, dan konsonan. Contoh: accumulation → akumulasi.
  6. ccks, jika di muka e dan i. Contoh: accent → aksen.
  7. ch dan cchk, jika di muka a, o, dan konsonan. Contoh: saccharin → sakarin.
  8. chs, jika lafalnya s atau sy. Contoh: machine → mesin.
  9. chc, jika lafalnya c. Contoh: check → cek.
  10. ç (Sanskerta) → s. Contoh: çāstra → sastra.
  11. ee (Belanda) → e. Contoh: systeem → sistem.
  12. ghg. Contoh: sorghum → sorgum.
  13. guege
  14. ie (Belanda) → i, jika lafalnya i. Contoh: politiek → politik.
  15. oe, oi (Yunani) → e
  16. oo (Belanda) → o. Contoh: komfoor → kompor.
  17. oo (Inggris) → u. Contoh: cartoon → kartun.
  18. oo (vokal ganda) tetap. Contoh: zoology → zoologi.
  19. phf. Contoh: phase → fase.
  20. qk
  21. rhr. Contoh: rhetoric → retorika.
  22. scsk, jika di muka a, o, u, dan konsonan. Contoh: scriptie → skripsi.
  23. scs, jika di muka e, i, dan y. Contoh: scenography → senografi.
  24. schsk, jika di muka vokal. Contoh: schema → skema.
  25. ts, jika di muka i. Contoh: ratio → rasio.
  26. tht. Contoh: methode → metode.
  27. uuu. Contoh: vacuum → vakum.
  28. v (Sanskerta) → w atau v
  29. xks, jika tidak di awal kata. Contoh: exception → eksepsi.
  30. xcksk, jika di muka a, o, u, dan konsonan. Contoh: excavation → ekskavasi.
  31. yi, jika lafalnya i. Contoh: dynamo → dinamo.
  32. konsonan ganda menjadi konsonan tunggal, kecuali jika dapat membingungkan. Contoh: effect → efek, mass → massa.
Akhiran
Tanpa perubahan
  1. -anda, -andum, -endum
  2. -ar
  3. -ase, -ose
  4. -ein
  5. -ein. Contoh: protein → protein.
  6. -et
  7. -or. Contoh: dictator → diktator.
  8. -ot
Dengan perubahan
Jika kata nama seluruhnya berbahasa Inggris, terjemahkanlah seluruhnya atau jangan serap sama sekali!
  1. -(a)tion, -(a)tie (Belanda) → -(a)si. Contoh: action, actie → aksi.
  2. -aat (Belanda) → -at. Contoh: plaat → pelat.
  3. -able, -ble-bel
  4. -ac-ak
  5. -acy, -cy-asi, -si
  6. -age-ase. Contoh: percentage → persentase.
  7. -air-er
  8. -al, -eel (Belanda), -aal (Belanda) → -al. Contoh: formeel → formal.
  9. -ance, -ence-ans, -ens (yang bervariasi dengan -ancy, -ency)
  10. -ancy, -ency-ansi, -ensi (yang bervariasi dengan -ance, -ence)
  11. -ant-an. Contoh: accountant → akuntan.
  12. -archy, -archie (Belanda) → -arki. Contoh: anarchy, anarchie → anarki.
  13. -ary, -air (Belanda) → -er. Contoh: primary, primair → primer.
  14. -asm-asme
  15. -ate-at
  16. -eel (Belanda) → -el, jika tak ada padanan dalam bahasa Inggris.
  17. -end-en
  18. -ete, -ette-et
  19. -eur (Belanda), -or-ur, -ir. Contoh: director, directeur → direktur.
  20. -eus (Belanda) → -us
  21. -ic, -ique-ik
  22. -icle-ikel
  23. -ics, -ica-ik, -ika. Contoh: logic, logica → logika.
  24. -id, -ide-ida
  25. -ief, -ive-if. Contoh: descriptive, descriptief → deskriptif.
  26. -iel, -ile, -le-il. Contoh: percentile → persentil.
  27. -ific-ifik
  28. -isch, -ic-ik. Contoh: elektronic → elektronik
  29. -isch, -ical-is. Contoh: optimistisch, optimistical → optimistis
  30. -ism, -isme (Belanda) → -isme. Contoh: modernism, modernisme → modernisme. Beberapa perkecualian: prism->prisma, schism->skisma, astigmatism->astigmatisma
  31. -ist-is. Contoh: egoist → egois.
  32. -ite-it
  33. -ity-itas
  34. -logue-log. Contoh: dialogue → dialog.
  35. -logy, -logie-logi. Contoh: analogy, analogie → analogi.
  36. -loog (Belanda) → -log. Contoh: epiloog → epilog.
  37. -oid, -oïde (Belanda) → -oid. Contoh: hominoid, hominoide → hominoid.
  38. -oir(e)-oar. Contoh: trottoir → trotoar.
  39. -ous ditanggalkan
  40. -sion, -tion-si
  41. -sy-si
  42. -ter, -tre-ter
  43. -ty, -teit-tas [2]. Contoh: university, universiteit → universitas.
  44. -ure, -uur-ur. Contoh: premature, prematuur → prematur.
Penyesuaian awalan
Tanpa perubahan
  1. a-, ab-, abs- (“dari”, “menyimpang dari”, “menjauhkan dari”)
  2. a-, an- (“tidak”, “bukan”, “tanpa”)[3]
  3. am-, amb- (“sekeliling”, “keduanya”)
  4. ana-, an- (“ke atas”, “ke belakang”, “terbalik”)
  5. ante- (“sebelum”, “depan”) [4]
  6. anti-, ant- (“bertentangan dengan”)
  7. apo- (“lepas”, “terpisah”, “berhubungan dengan”)
  8. aut-, auto- (“sendiri”, “bertindak sendiri”)[5]
  9. bi- (“pada kedua sisi”, “dua”)[6]
  10. de- (“memindahkan”, “mengurangi”)
  11. di- (“dua kali”, “mengandung dua …”)
  12. dia- (“melalui”, “melintas”)
  13. dis- (“ketiadaan”, “tidak”)
  14. em-, en- (“dalam”, “di dalam”)
  15. endo- (“di dalam”)
  16. epi- (“di atas”, “sesudah”)
  17. hemi- (“separuh”, “setengah”)
  18. hemo- (“darah”)
  19. hepta- (“tujuh”, “mengandung tujuh”) [7]
  20. hetero- (“lain”, “berada”)
  21. im-, in- (“tidak”, “di dalam”, “ke dalam”)
  22. infra- (“bawah”, “di bawah”, “di dalam”)
  23. inter- (“antara”, “saling”)[8]
  24. intro- (“dalam”, “ke dalam”)
  25. iso- (“sama”)
  26. meta- (“sesudah”, “berubah”, “perubahan”)
  27. mono- (“tunggal”, “mengandung satu”)[9]
  28. pan-, pant-, panto (“semua”, “keseluruhan”)
  29. para- (“di samping”, “erat berhubungan dengan”, “hampir”)
  30. penta- (“lima”, “mengandung lima”)[10]
  31. peri- (“sekeliling”, “dekat”, “melingkupi”)
  32. pre-(“sebelum”, “sebelumnya”, “di muka”)[11]
  33. pro- (“sebelum”, “di depan”)
  34. proto- (“pertama”, “mula-mula”)
  35. pseudo-, pseud- (“palsu”)
  36. re- (“lagi”, “kembali”)[12]
  37. retro- (“ke belakang”, “terletak di belakang”)
  38. semi- (“separuhnya”, “sedikit banyak”)
  39. sub-[13](“bawah”, “di bawah”, “agak”, “hampir”)
  40. super-, sur- (“lebih dari”, “berada di atas”)
  41. supra- (“unggul”, “melebihi”)
  42. tele- (“jauh”, “melewati”, “jarak”)
  43. trans- (“ke/di seberang”, “lewat”, “mengalihkan”)
  44. tri- (“tiga”)
  45. ultra- (“melebihi”, “super”)
  46. uni- (“satu”, “tunggal”)
Dengan perubahan
  1. ad-, ac-ad-, ak- (“ke”, “berdekatan dengan”, “melekat pada”)
  2. cata-kata- (“bawah”, “sesuai dengan”)
  3. co-, com-, con-ko-, kom-, kon- (“dengan”, “bersama-sama”, “berhubungan dengan”)
  4. contra-kontra- (“menentang”, “berlawanan”)
  5. ec-, eco-ek-, eko- (“lingkungan hidup”)
  6. ex-eks- (“sebelah luar”, “mengeluarkan”)
  7. exo-, ex-ekso-, eks- (“di luar”)
  8. extra-ekstra- (“di luar”)
  9. hexa-heksa- (“enam”, “mengandung enam”)
  10. hyper-hiper- (“di atas”, “lewat”, “super”)
  11. hypo-hipo- (“bawah”, “di bawah”)
  12. poly-poli- (“banyak”, “berkelebihan”)
  13. quasi-kuasi- (“seolah-olah”, “kira-kira”)
  14. syn-sin- (“dengan”, “bersama-sama”, “pada waktu”)
Penyerapan dengan penerjemahan
  1. a-tak-. Contoh: asymetrictak simetri
  2. ante-purba-. Contoh: antedatepurbatanggal
  3. anti-prati-. Contoh: antibioticspratirasa
  4. auto-swa-. Contoh: autobiographyswariwayat
  5. de-awa-. Contoh: demultiplexingawa-pemultipleksan
  6. bi-dwi-, bi-. Contoh: bilingualdwibahasa
  7. inter-antar-, inter-. Contoh: internationalantarbangsa
  8. mal-mal-, mala-. Contoh: malnutritionmalagizi, malnutrisi
  9. post-pasca-. Contoh: postgraduatepascasarjana
purna-. Contoh: purnawirawan
  1. pre-pra-. Contoh: prehistoryprasejarah
  2. re--ulang. Contoh: recalculate → hitung ulang
  3. -blelaik-. Contoh: ediblelaik-santap
  4. -likelir-, bak-. Contoh: jelly-likeliragar
  5. -lessnir-, awa-, mala-, tan-. Contoh: seedlessnirbiji; colourlessawawarna, tanwarna
3. Hubungan Makna Sinonim, Homonim, Hiponim, Polisemi, dan Antonimi
Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinomin bisa disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata. Contoh:

binatang = fauna
bohong = dusta
haus = dahaga
pakaian = baju
bertemu = berjumpa

Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.
Contoh:

keras x lembek
naik x turun
kaya x miskin
surga x neraka
laki-laki x perempuan
atas x bawah

Homonim adalah suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama. Jika lafalnya sama disebut homograf, namun jika yang sama adalah ejaannya maka disebut homofon.

Contoh:
Amplop (homofon)Untuk mengirim surat untuk bapak presiden kita harus menggunakan amplop (amplop = amplop surat biasa)
Agar bisa diterima menjadi pns ia memberi amplop kepada para pejabat (amplop = sogokan atau uang pelicin)
Bisa (homofon)
Bu kadir bisa memainkan gitar dengan kakinya (bisa = mampu)
Bisa ular itu ditampung ke dalam bejana untuk diteliti (bisa = racun)
Masa dengan Massa (homograf)
Guci itu adalah peninggalan masa kerajaan kutai (masa = waktu)
Kasus tabrakan yang menghebohkan itu dimuat di media massa (massa = masyarakat umum)

Polisemi adalah kata-kata yang memiliki makna atau arti lebih dari satu karena adanya banyak komponen konsep dalam pemaknaan suatu kata. Satu kata seperti kata “kepala” dapat diartikan bermacam-macam walaupun arti utama kepala adalah bagian tubuh manusia yang ada di atas leher.

Hiponim adalah suatu kata atau frasa yang maknanya tercakup dalam kata atau frasa lain yang lebih umum, yang disebut hiperonim atau hipernim. Suatu hiponim adalah anggota kelompok dari hiperonimnya dan beberapa hiponim yang memiliki hiperonim yang sama disebut dengan kohiponim.
Contoh hiperonim, hiponim serta kohiponim antara lain:
  • kucing, serangga, dan merpati adalah hiponim dari hewan
  • hewan adalah hiperonim dari kucing, serangga, dan merpati
  • serangga dan merpati adalah kohiponim dari kucing sebagai hewan

[sumber] [sumber] [sumber] [sumber]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s